Resensi Film "Alangkah Lucunya Negri Ini"

 FILM "ALANGKAH LUCUNYA NEGRI INI"

Ditulis Oleh Diki Rabu, 03 Juli, 2024 

Sutradara : Deddy Mizwar

Penulis Naskah : Musafar Yasin

Produser : Zairin Zain

Pemain Utama : Reza Rahardian, Selamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Gintig, Teuku Edwin, Sonia

Sinematografi : Yudi Datau

Penata Musik : Lan Antono, Thoresi Argeswara

Penyuting : Tito Kurnianto 

Perusahan Produksi : Demi Gisela Citra Sinema

Distributor : Citra Sinema 

Tanggal Rilis : 15 April 2010

Durasi : 1 Jam 45 Menit

Film Alangkah Lucunya Negri ini menceritakan tentang seorang anak-anak yang hidup di jalan yang ada di Indonesia, Dengan tema pendidikan, film ini mengajarkan betapa pentingnya pendidikan untuk memajukan bangsa.

SINOPSIS

Cerita berawal dari Muluk yang  sudah lulus S1 belum sama sekali mendapatkan pekerjan dan sudah mengagur selama Dua Tahun dengan begitu Muluk tidak menyerah mencari pekerjan. Pertemuan yang tidak sengaja sama pencopet yang bernama Komet tidak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Perkenalan itu Komet, mengajak Muluk untuk melihat markas besar yang menjadi tempat tinggal Komet bersama teman-temannya selama ini. Muluk berpikir dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot Muluk berusaha meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka. Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau mengubah profesi mereka. Dibantu dua rekannya yang juga sarjana,yakni Samsul dan Pipt juga pengangguran. Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan.

Muluk mengenalkan pendidikan bersama dua rekannya tadi,  proses mengubah kebiasaan pencopet yang masih berusia belia enjadi anak-anakyang berakhlak dan berpendidikan tidaklah mudah, Muluk, Pipit dan Samsul sabar mengajarkan kepada anak didik Muluk beserta dua rekannya juga menginginkan para pencopet tersebut merubah profesinya. Muluk ingin pencopet yang masih muda itu mencari penghasilan dengan cara yang halal yakni menjadi pedagang asongan. banyak para pencopet tersebut yang memberontak dan tidak ingin mengasong, mereka ingin tetap menjadi pencopet mengetahui jika anak-anak mereka ternyata tidak bekerja di kantor besar, tapi justru bekerja di tempat yang kumuh dan mengajar para pencopet pula. Para orang tua tersebut menganggap bahwa uang hasil kerja yang didapat oleh Muluk dan Pipit berasal dari uang haram.


kelebihan lain film ini  adalah latar rumah tua kumuh dan tak layak huni sangat kontras disuguhkan di antara gedung-gedung pencakar langit. Selain itu, salah satu pesan yang disampaikan melalui para tokohnya adalah pendidikan tinggi tak jadi penghalang untuk terjun ke masyarakat kelas bawah. Namun ada hal yang mengganjal, yaitu terdapat adegan kurang pas saat para pencopet menaikkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di tanah kosong dengan di sampingnya gedung pencakar langit.

#AlangkahLucunyaNegrini #DIKI #CoachErwin #PTENAMKUBUKU #SMKN1SANDEN 

Komentar